Bluebell, FTV yang Dilayarlebarkan

Bluebell, FTV yang Dilayarlebarkan

PSX_20180401_164716

Kamis minggu lalu, tepatnya 29 Maret 2018, aku diundang ke Gala Premiere film Bluebell di CGV Blitz Grand Indonesia. Acaranya terlaksana dengan rapi, bisa dilihat dari ramainya audiens namun tidak berdesak-desakkan. Di depan pintu masuk CGV disediakan beberapa meja registrasi untuk menukarkan undangan dengan tiket beserta kupon merchandise dari Alexandre Christie. Meja registrasi dibagi menjadi beberapa antrean, yaitu untuk undangan, media, dan pemenang kuis. Pun banyak kru yang tersebar dan siap untuk membantu mengarahkan kita, sehingga tidak terjadi antrean yang mengular ataupun menunggu terlalu lama.

Dari banyaknya audiens yang hadir di acara malam itu, tidak sedikit wajah-wajah yang familiar di dunia hiburan Indonesia. Misalnya, Mas Anggy Umbara sang sutradara hits nampak hadir bersama istrinya. Ada juga Samuel Zylgwyn (bener gini ngga sih nulis namanya?) yang setia mendampingi Franda, istrinya yang sedang hamil besar dan turut mengisi OST di film Bluebell. Selain itu, aku pun sempat berpapasan dengan Siti Badriah yang penyanyi dangdut itu, Marcell Darwin yang ganteng itu, Rangga Dewamoela yang mantan personel Sm*sh itu, dan masih banyak lagi. Aku tidak mungkin hapal ih saking ramainya orang di sana.

Salah satu hal yang aku acungkan jempol dari Gala Premiere Bluebell adalah pemutaran film yang cukup tepat waktu. Sebelumnya aku diinformasikan kalau film akan dimulai pukul 8 malam. Aku pikir akan terlambat, seperti acara-acara sebelumnya. Eh, sebelum pukul 8 pun aku dan para penonton lain sudah dipersilakan masuk ke dalam teater, dong! Tanpa menunggu terlalu lama, para sutradara, produser, dan cast pun langsung menyapa kami sebelum akhirnya film diputar. Wow. Cukup kaget aku, tuh.. Mungkin ini perihal sepele, tapi menurut pengalamanku, biasanya tuh bisa tertunda hingga 20-30 menit sendiri. Mantap lah timnya Bluebell!

Tapi, ya.. Kenapa sih kok aku bisa-bisanya bilang kalau Bluebell itu FTV yang dilayarlebarkan?

Baik, selain bahas acaranya, mari kita bahas filmnya..

Menurut aku, Bluebell merupakan film yang ringan namun tetap menghibur. Lokasi syutingnya di Bali dan Tokyo, jadi cukup terbayang dong pemandangan sebagus apa yang ditampilkan sepanjang film? Visualisasinya tuh apik tenan, asli. Warnanya ca’em banget, hebat lah kalau bisa nonton Bluebell tanpa ada rasa pengin ke Bali.

Kalau dari sisi cerita, menurutku sih ya biasa saja, ringan banget. Cerita-cerita yang mudah ditebak dan lumayan sering diangkat ke FTV, tidak ada konflik yang cukup berarti. Mungkin karena film ini memang ditujukan untuk dedek-dedek gemes usia belasan tahun yang memang beneran masih gemes kali, ya.. Bukan mbak-mbak gemes yang setengah muda namun hampir tua kayak aku. Menariknya adalah karakter Bluebell digambarkan sebagai seorang peselancar, di mana film di Indonesia nampaknya masih jarang yang mengangkat kehidupan peselancar. Secara garis besar, menurutku film Bluebell tetap menghibur, setidaknya untuk tuna asmara yang merindukan romansa remaja. Intinya, film ini tuh simple, sweet, dan colourful.

Love isn’t something you find. Love is something that finds you.

Satu pesanku untuk kamu yang merasa sudah cukup dewasa dan pengin nonton film ini: jangan berharap tinggi-tinggi, atau menunggu konflik yang mindblowing. Jangan. Sudah lah, mending nikmatin saja filmnya. Kalau kamu merasa, “dih, kok receh banget sih?!” monmaap, mungkin usia kamu sudah tidak termasuk ke dalam dedek gemes lagi. Jadi yaudah lah, ya..

Pemilihan cast-nya kebanyakan artis-artis muda yang masih terbilang baru di industri layar lebar Indonesia, atau mungkin memang akunya saja yang kurang aware sama mereka. Misalnya ada Regina Rengganis, Qausar Harta Yudana, Ncess Nabati, Rafael Tan, sama Gibran Marten. Coba nih coba, dari lima nama yang aku sebutkan barusan, siapa saja yang kalian sudah tau eksistensinya di dunia hiburan? Coba tolong tinggalkan komentar di bawah, kalau kamu berkenan.

Jujur-jujuran saja nih, ya. Mungkin akunya saja yang kurang menonton televisi, atau mereka yang masih kurang terkenal, tapi beberapa pemerannya tuh memang tidak familiar untuk aku. Ibaratnya nih, sebelum ada film Bluebell, ya aku sama sekali tidak tahu soal eksistensi orang itu. Yah, gimana.. Gibran Marten saja sempat aku kira YoungLex.

Ya habis gimana, beberapa cast tuh aktingnya masih kaku dan ada beberapa dialog yang menurutku lumayan mengganggu. Contohnya gini, lho: mood penonton sudah lumayan enak dan terbawa sama filmnya, terus tiba-tiba buyar cuma karena dialog yang terlalu baku, atau akting yang terlalu kaku. Contoh lainnya ada nih salah satu pemeran perempuan, yang tidak perlu disebutkan lah kalau namanya Stefhanie Zamora. Pas awal sih keliatan cantik banget gitu, eh pas dia ngomong malah buyar dong, dan pas akting nangis juga malah makin buyar, mendingan dia diam saja deh kayaknya.. Gitu gitu lah. Kalau buat FTV saja mah, Bluebell ini bisa dibilang sudah bagus banget. Tapi kalau untuk film layar lebar, ya seharusnya masih bisa lebih bagus lagi dari ini.

Tapi yaa terlepas dari itu semua, original soundtrack-nya Bluebell tuh enak-enak semua. Tipe-tipe lagu yang easy-listening dan lumayan mudah untuk menempel di kepala. Coba deh kamu cari di Spotify atau YouTube, dengarkan semua lagunya lalu diulang 2-3 kali. Serius deh, cobain! Paling kamu jadi bersenandung lagu itu mulu, kayak aku.

Nah, kan.. Habis bahas lagu, aku jadi teringat sesuatu.

Di Gala Premiere film Bluebell, ada hal yang cukup menyita perhatian aku, yaitu fans-nya Qausar Harta Yudana alias TimSar! Asli euy, mereka tuh rame banget, seru lah pokoknya. Pas aku pengin foto bareng sama Qausar aja, antrenya lama banget. Asli ini mah bukannya aku lebay, tapi memang lama banget menunggu TimSar pada foto bergantian kan semacam tidak berujung, ya.. Aku yang cuma hempasan debu ini mah ya gimana, cuma bisa diam di pojokan sambil berharap bisa dapat giliran. Huhu untung akhirnya aku bisa foto bareng sama Qausar.

Tapi, ya.. kalau dilihat dari segitu banyaknya jumlah TimSar yang militan banget itu, ditambah pemeran lain yang kebanyakan idola dedek gemes di Instagram, kayaknya sih film Bluebell bisa mencapai 100.000 penonton, deh. Mungkin, ya.. prediksi sotoy aku saja. Tapi kalau untuk lebih dari 100.000 penonton pun ya aku masih belum yakin, toh film ini memang masih banyak kekurangannya.

Kalau diperhatikan dalam beberapa tahun terakhir, menurut opiniku pribadi, film Indonesia mengalami peningkatan kualitas yang cukup signifikan. Coba perhatikan deh seberapa banyak film lokal yang viral kayak Dilan, Posesif, Love for Sale, Warkop DKI Reborn, sampai Pengabdi Setan. Ayat-Ayat Cinta 2 juga deh, sekalian.. Menurut aku, film-film itu bisa viral bukan cuma karena timnya sudah menyusun kampanye dengan baik, atau cuma karena punya budget besar untuk membayar influencer kawakan, tapi memang karena kualitas filmnya yang berbicara. Kan katanya mah maha benar netizen dengan segala cuitannya..

Tapi ya terlepas dari itu semua, ada baiknya kita terus mendukung perfilman Indonesia, salah satunya ya dengan menonton film lokal di bioskop. Jangan malah mencari streaming-an, atau nebeng temen yang ke bioskop biar bisa ikutan nonton sambil video call-an. Jangan, ya..

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s