Teruntuk, Kamu

Teruntuk, Kamu

break-up

Teruntuk, kamu. Terima kasih karena telah bersedia untuk menghabiskan waktumu bersamaku. Waktu yang tidak dapat dikatakan singkat, namun juga tidak cukup lama. Yang pasti, cukup banyak peristiwa yang patut dikenang selamanya.

Teruntuk, kamu. Terima kasih karena telah bersedia untuk memberikan telingamu, sebagai tempat untuk aku mencurahkan segala keluh kesahku. Tanpa mengenal lelah, tanpa mengenal waktu.

Teruntuk, kamu. Terima kasih karena telah bersedia untuk berusaha menuruti segala keinginanku. Dari keinginan bodoh hingga keinginan teranehku. “Kamu mau apa lagi?” adalah kalimat yang selalu keluar dari bibirmu.

Teruntuk, kamu. Terima kasih karena telah hadir sebagai sosok yang selalu ada untukku. Di hari-hari paling bahagiaku, hingga malam-malam terburukku. Hampir selalu ada kamu di situ, untuk sekadar menemaniku.

Teruntuk, kamu. Ku harap kamu bersedia untuk memaafkan segala kesalahanku. Yang tidak mampu menjadi sosok terbaik bagimu, dan tidak mampu pula untuk menemanimu selalu.

Bukan karena aku sudah tidak memiliki perasaan yang sama kepadamu.

Bukan pula karena ada orang lain yang lebih menarik perhatianku.

Maafkan aku yang tidak mampu membalas segala kebaikanmu. Tidak pula dapat menuturkannya satu per satu. Yang aku tahu, kamu adalah sosok terbaik yang telah mengisi hari-hariku. Seorang pria yang paling sabar dan paling tahan menghadapi segala tingkah anehku.

Terima kasih, kamu.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s