Aside

Wawancara supir bikun

Hari ini, Selasa, adalah hari paling produktif dalam seminggu ini. Iya, gue ngerasa bersyukur banget. Tadi siang setelah kuliah, gue sempetin mampir ke tempat istirahat bikun yang di deket asrama. Ngapain? Iya, gue mau coba wawancara, ngumpulin bahan buat tugas DDP. DDP? Apatuh? Dasar dasar percintaan, dalam dunia permen, atau dada dewi persik? *mati* DDP itu singkatan dari dasar dasar penulisan. Iya, singkatnya gitu.

Gue ga sendirian, tapi sama Tiye dan Sari. Anyway sekarang (Rabu) si Sari ulang tahun loh, asiiiik! Happy Birthday, Ii! Nanti siang harus kenyang ya pokonya~ okay, back to the topic! Awalnya gue bertiga sempet kesel karna dapet sambutan yang kurang enak dari para supir bikun. Siang-siang, panas, dan kita dioper-oper, kesannya ga ada banget yang mau ngobrol sama kita *nangis*

Sampe akhirnya kita ketemu sama Pak Soedarto, pegawai outsourcing yang udah bekerja sekitar 4 tahun. Gue ngobrol cukup banyak, walopun beliau kurang tau banyak tentang sejarah awal bikun. Tapi ada kata-kata dari beliau yang sempet bikin gue salting, kasian, dan bingung mesti ngapain. Beliau cerita tentang betapa ga enaknya jadi pegawai outsourcing, yang kesejahteraannya lebih rendah 30% dari yang berstatus karyawan UI. Ga kebayang. Dan beliau juga sempat berpesan, mohon kalau bisa diteruskan ke atas agar UI dapat membeli semua bikun. Stop kontrak, dan jadikan para supir karyawan UI. Jleb. Gue…… Belum jadi siapa-siapa. Gimana caranya gue bisa nanggepin harapan bapak ini….. Gue belum bisa ngelakuin apa-apa…. Um yaudahlah, gue cuma bisa dengerin dan sekadar “cukup tahu” untuk saat ini.

Ga lama, pas Pak Soedarto mau berangkat kerja lagi, datanglah Pak Soenarto yang baru mau istirahat. Mangsa baru *evil laugh* tapi bukan, bukan. Mereka ga kembaran, ataupun adik-kakak. Cuma kebetulan aja nama mereka mirip, serius deh~

Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata Pak Soenarto udah jadi karyawan honorer di UI sejak April ’95. Wow! Bahkan saat itu gue belum kepikiran untuk masuk UI, wong masih sepitik…… Pengetahuan beliau tentang UI, khususnya bikun, cukup khatam. Beliau dapat menceritakan rinci dari awal mula bikun, berapa, kapan, dan dari mana bantuan bus untuk UI, dan itu benar-benar sangat rinci. Salut. Beliau juga dengan sabar nangepin gue tiye sari, yang udah cukup mengganggu waktu istirahat beliau. Yang semakin membuat gue kagum adalah, ketika gue tanya apa harapan beliau untuk ke depannya, ternyata jawaban dari beliau cukup simple. Beliau hanya ingin agar mahasiswa dapat lebih baik, mudah diatur, agar pelayanan yang dapat beliau berikan pun semakin maksimal. Betapa mulianya pekerjaan beliau ya~

Singkat cerita, ketika Pak Soenarto pergi membawa bikun lagi, gue tiye dan sari masih stay di sana, karena ngerasa info yang didapat masih belum cukup komplit. Akhirnya kita ngobrol cukup panjang juga sama 2 bapak-bapak yang lupa gue tanyain namanya -_- mereka ga kalah baik. Cuma ada 2 perbedaan kontras dari mereka. Yang satu ngomongnya santun dan senyum melulu. Sedangkan yang satu lagi senga dan ngocol khas batak. Ahaha! Kita lumayan banyak ngebahas tentang kesejahteraan mereka sebagai supir bikun, dan gimana menurut pandangan mereka tentang dableknya mahasiswa yang suka sembarangan di bikun.

Setelah ngobrol panjang kali lebar plus tinggi tambah luas kurang volum, akhirnya gue ambil kesimpulan. Betapa mulianya hati para supir bikun yang setia mengabdikan diri mereka buat nganterin kita-kita dari halte ke halte, dari pagi sampe malem, pas ujan maupun panas. Dengan segala kerendahan hati, mereka juga ga banyak mengeluh, dan ga banyak minta yang muluk-muluk dari para pengguna bikun. Iya, menurut gue itu poinnya. Ketika lo mengerjakan sesuatu dengan hati yang penuh keikhlasan, semua akan terasa indah. Simple kan? Bahagia itu emang simple. Ga seribet orang-orang yang hanya melakukan sesuatu demi uang dan uang. Karena sesungguhnya, uang hanyalah sebagian kecil dari bayaran yang di dapat, jika dibandingkan dengan kepuasan dan kesenangan bathin yang tidak ternilai harganya.

With Love,
DRN

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s