Aside

Sedikit komentar

Pagi ini, gue terbangun dengan rasa asing. Ya… Gue gatau apa yang sedang ramai dibicarakan di linimasa Twitter. Gue merasa seperti orang yang tertidur bertahun-tahun, padahal gue baru tidur beberapa jam. Sebenarnya, apasih yang terjadi? Gue berpikir sejenak, sambil tetap memerhatikan timeline. Dan akhirnya gue tau, ternyata yang sedang ramai dibicarakan adalah sidang paripurna yang membahas tentang BBM, dan juga adanya aksi pengusiran secara paksa yang diiringi kekerasan oleh PAMDAL kepada para “fraksi balkon” yang menggunakan almamater kuning, alias Universitas Indonesia. Ya…. Almamater yang paling gue cintai dan banggakan.

Miris. Ya… Miris. Walaupun gue gak kenal siapa-siapa saja mereka yang turun sebagai “fraksi balkon”, tapi gue tahu persis bahwa mereka adalah teman, bahkan saudara, satu almamater. Mereka memperjuangkan hal yang menurut mereka perlu diperjuangkan. Mereka bukan hanya membawa nama almamater, namun mereka merupakan perwakilan dari para mahasiswa, yang juga merupakan rakyat Indonesia. Gue yakin, mereka semua masuk ke sana untuk memenuhi undangan, bukan hanya sekadar untuk memperkisruh keadaan. Dan jika boleh membandingkan, mereka datang ke sana tanpa melakukan hal-hal anarki seperti yang kelompok lain lakukan. Tapi kenapa mereka harus mendapatkan kekerasan? Tidak dapatkah pihak keamanan meminta mereka keluar dengan penuh kesantunan? Duh, entahlah.

Pada dasarnya, gue memang tidak mau banyak berkomentar tentang isu yang sedang marak dibicarakan ini. Saya tidak mau bicara, bukan berarti saya tidak peduli. Namun lebih karena saya merasa malu. Ya… Gue malu karena gue merasa pengetahuan gue belum cukup memadai untuk mengomentari masalah ini. Daripada gue meneriakkan hal-hal kosong yang hanya gue tahu sekilas, atau bahkan hanya sekadar mengikuti trend yang nantinya gak bisa gue pertanggung jawabkan, lebih baik gue memilih untuk diam. Diam dalam artian tidak ikut berkomentar untuk menambah kegaduhan, namun tetap memerhatikan dan terus belajar dari sekitar.

Tapi jujur, gue merasa geram pas baca berita-berita di koran digital, maupun linimasa Twitter. Oh God…. Kenapa kalimatnya provokatif sekali? Kenapa kalian seakan melupakan etika menulis berita yang baik? Kenapa kalian…….. Ah! Entahlah! Gue ga ngerti lagi sama pemikiran orang-orang itu! Ada lah artikel yang berjudul “Mahasiswa UI berulah lagi, paripurna makin kisruh.” ada juga akun yang bilang “itu mahasiswa berjaket kuning norak ya, masuk ke ruang sidang DPR.” Duh…… Apakah kalian sadar kalau kalian yang sebenarnya telah memperkeruh keadaan dengan statements bodoh kalian? Sebenarnya, kalian itu sengaja untuk menggali opini publik agar sependapat dengan kalian, atau sengaja mengalihkan isu sih? Yaaa semacam agenda setting gitudeh.

Yaaa sudahlah. Gue belum mau terjun lebih dalam dengan pengetahuan yang masih cetek ini. Gue gak mau mengumbar lebih jauh kebodohan gue. Sebagai masyarakat yang peduli dengan sesama, gue cuma bisa mengingatkan kalian agar jangan memercayai berita yang kalian dapat dari media massa begitu saja. Jangan terima berita itu mentah-mentah! Terlalu banyak konglomerasi media di Indonesia pada masa ini. Kualitas berita pun mereka nomor duakan, dan lebih mementingkan kepentingan mereka. Duh. Yang dapat kita lakukan adalah terus belajar sambil memerhatikan keadaan, banyak mencari fakta, dan tiada hentinya berdoa pada Yang Maha Esa agar negara tercinta ini dijauhkan dari kekacauan dan kembali dipersatukan dengan kedamaian. Aamiin.

Ya Allah, semoga Engkau selalu membimbing kami, hamba-hamba Mu, agar terus berada di jalan yang Engkau ridhai. Aamiin. Dan semoga Engkau membukakan dan menjernihkan pikiran para pekerja maupun pemilik media massa, agar mereka berhenti mementingkan citra partai, pribadi, maupun kepentingan-kepentingan sepihak lainnya yang mereka miliki. Kami, masyarakat biasa, membutuhkan berita terbaru yang akurat atas isu yang ramai dibicarakan ini, dan mereka lah media yang paling mudah kami gapai. Jika mereka terus-terusan memberi kami berita yang provokatif dan keakurasiannya tidak dapat dipertanggungjawabkan, jadi kapan kami dapat berpikir jernih tentang persoalan ini? Ya Allah….. Semoga Engkau mengetuk hati mereka agar mereka kembali sadar, bahwa tugas utama mereka adalah menyediakan kami berita yang akurat dan edukatif demi kemajuan kita bersama, dan semoga mereka dapat membatasi rasa ego mereka. Aamiin.

Advertisements
Aside

Dear, you.

Dear, you.

Thank you for the kindness. Thank you for taking care of me. Thank you for everything you have said, and the things you have made. Thank you for the laugh and happiness you had bring to my days. I’m so thankful to know you. It was a pleasent to have you as a friend. Yep! We were friend, and will always be friend. I’d really know that this friendship won’t ever change to relationship.

Sorry for being so cruel. Sorry if I’ve had hurt you without even noticing it. You were interesting, and I was interested, but…. For sure…… I can’t find out the chemistry between us. It was so sucks. I’m sucks.

I’d like you, but I couldn’t love you. I don’t wanna hurt you deeper. And I thought, leaving this stuff behind and living my life on my own way is the only thing I should do. This is my choice, and I hope you’ll understand. Just being friend and never thought about relationship, is the best thing for us. It’s more than enough. You’re a good boy, so you deserved better. Someday, somewhere, I believe you’ll find out the right girl for you, but that’s not me :)

Once again, I’m so thankful to know you. I’ve asked myself, why can’t I get the chemistry between us? Is it your fault? No! It’s a big no! Is it my fault? Um…. Absolutely….. Yes. This is my fault. It’s not an easy thing to make sure myself is this love or just an interested feeling, when I’ve being single for a long long time.

Okay, I thought it’s more than enough to show you what’s on my mind. Sorry if I’ve never told you, because you’ve never asked me about it, about my feelings, about what I thought about us. You always acted like there’s nothing wrong, but you didn’t know there’s a big storm in my heart and my mind…. Okay! Never mind! I gotta go from your life because I should living my own life in my own way without even noticing what other people thinks about it. The show must go on, rite? Okay! Good luck for your life, dude! Have fun and find out your Mrs. Right, okay? God bless you :)

Posted with WordPress for BlackBerry.