Aside

Untitled

Hi, dunia per-blog-an! Apa kabar? Sumpah ya, gue sebagai new-blogger merasa sedikit murtadh dan kehilangan identitas deh. Ngakunya mau belajar nulis, kok buktinya udah lama juga yah ga nge-post di blog ini? Hffff maafkan aku, teman-teman! Oke oke, sekarang aku mau cerita ya. Enaknya darimana yah…. Um…. Bingung.

Yaudah lah yaaaaa. Jadi ini post diketik di handphone dalam posisi tiduran di kasur dengan kaki menggelinjang. Yak… Gue baru sampe rumah, dan ini badan rasanya pada sakit semua. Terutama hati. Eh, sorry! Salah! Maksudnya, terutama muka.

Fyi, tadi gue seharian main sm balita yang bernama Haura. Dia kira-kira dateng ke rumah itu dari siang lah. Dan Haura adalah anak jutek yang ngocol sama orang yang belum dia kenal. Berhubung dia lupa sama gue, jadi lah kemirisan yang menimpa gue. Seperti misalnya dipanggil Auntie jeyek, Auntie gendut, dan yang paling parah adalah dicakar persis di bagian muka. Berkali-kali. Yak. Berkali-kali.

Sebenernya tadi itu sejak sore, gue udah mulai akur sama dia. Setelah gue sogok coklat dsb, dia udah mau main sama gue. Dia udah bilang gue Auntie cantik. Pokonya akur deh. Sampe akhirnya tadi, pas dia narik-narik lengan baju gue sampe melorot di tempat umum, dan gue ga sengaja sedikit marahin dia, akhirnya dia ngambek, dan mukul-mukul kecil, sampe akhirnya nyakar muka. Awalnya gue pikir ‘ah, anak kecil. Ga bakal sakit kalo mukul. Daripada dia makin ngambek, mendingan gue pasrah.’ Dan akhirnya gue pasrah lah dianiaya anak itu.

Setelah beberapa menit, baru mulai berasa kok muka perih semua. Gue mulai bete. Gue diem aja. Ga mungkin gue protes ke anak kecil. Dan ga mungkin juga gue protes ke mamanya. Toh, apaan juga yang mau diprotes. Yaudah, gue lupain, keep selow, dan mikir cuma luka kecil biasa. Pas sampe rumah, akhirnya ka Dina menyadarkan kalo pipi gue luka, dan keliatan banget. Akhirnya gue ngaca, dan yak… Di pipi kiri cuma kelihatan sedikit merah-merah. Tapi di pipi kanan, ada luka lumayan besar yang sedang menganga. Hoam :o

Bete maksimal banget itu rasanya. Gue sempet gamau cuci muka, karena udah yakin itu rasanya bakal nano-nano. Tapi gaenak banget kan kalo abis dari mana-mana berdebu gitu. Akhirnya gue menguatkan diri dan yakkkkk! Muka gue rasanya nyakitin hati banget, pedes brohhhh!!

Gue gatau ini perih di muka bakal bertahan berapa lama. Gue cuma bisa berdoa, semoga ga ninggalin bekas karna ini posisinya ga etis banget, di muka. Dan, gue cukup berterima kasih sama Haura, si anak kecil yang galak namun lucu, pinter, dan ngegemesin banget itu. Terima kasih udah ngingetin aku, kalo tidak selamanya yang kecil itu berarti lemah. Ukuran maupun usia, ga pernah bisa dijadiin patokan. Ya kan? Kalian pasti setuju kan sama aku? :p

Oke deh kalo gitu. Mata sudah kriyep-kriyep. Hari sudah mulai dini. Dan besok pagi sudah harus menunaikan kewajiban garage sale. So sampai di sini dulu perjumpaan kita. Sampai jumpa di lain kesempatan, pemirsa! Jangan kangen yaaaa :*

Salam hangat di awal SUN-day <3

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
Aside

Ungkapan seorang adik

Namanya Dina Yuslita. Gadis cantik jelita yang lahir pada 23 Agustus 1989 sebagai anak pertama. Ia lahir sekitar 5 tahun sebelum aku menyusulnya, dan aku merasa sangat beruntung telah memilikinya.

Bagaimana tidak? Ia, anak sotoy yg slalu ingin tahu. Berwatak keras, dan slalu ingin dapatkan apa yg ia mau. Selalu berusaha untuk jadi yang terbaik, sekuat yang ia mampu. Ingin agar orang-orang tersayangnya, dalam penjagaannya selalu. Benar-benar hebat, kakak tercintaku.

Ia bukanlah malaikat yang tak luput dari dosa. Bukan pula PSK yang kotor dan sangat hina. Namun ia adalah Dina. Wanita (beranjak) dewasa dengan segala pengalaman hidupnya, yang selalu ia jadikan acuan dalam perubahannya. Habis gelap terbitlah terang, itu lah perumpaannya.

Mungkin sekarang, masih banyak yang membicarakan keburukannya. Namun aku yakin, akan ada saatnya banyak orang yang mengagumkan dirinya.

Mungkin sekarang, masih banyak yang mengucilkannya. Namun aku yakin, akan ada saatnya ia menunjukkan kesuksesannya.

Mungkin sekarang, Ia belum jadi apa-apa. Namun aku yakin, akan ada saatnya ia jadi pengusaha kaya.

Teruslah berkembang, hai kakak sipitku! Yakinkan dunia, bahwa kau bisa lebih berhasil dibanding prediksiku! Maafkan aku, yang selama ini sering cuek kepadamu. Di balik diamku, sungguh banyak kata yang tak sanggup terucap untukmu. Maafkan aku yang hanya bisa mengungkapkannya dalam barisan kata-kata yang sekilas nampak seperti lagu. Aku harap, semoga Tuhan selalu memberkatimu, menyayangimu, menjagamu dan mengasihimu. Seperti yang selama ini selalu kupanjatkan kepada-Nya, hanya untukmu.

With a countless love,

DRN, your sissyโ™ก

Aside

Live report si cewe iseng

Halo, smuanya! Apa kabar, dunia per-blog-an? Saya harap smoga kalian smua baik-baik saja….. *blushing*

Jadi ceritanya, post kali ini tuh live report gue yang lagi sendirian di salah satu pusat perbelanjaan alias mall di daerah Jakarta Selatan. Sebut saja PV. Ayo tebak apa ayoooo! Kalian ga bisa nebak kan kalo yang gue maksut itu Pejaten Village? Hihi semangat yaaaa, smoga next time kalian bisa jawab tebak-tebakan gue yang lainnya :p *plak* oke sorry sorry gue emang terlalu jayus, please maafin gue -_- next!

Jadi, gue lagi sendirian di sini, kira-kira sejak 1,5 – 2 jam yang lalu lah. Iya, beneran. Gue bener-bener sendiri, dan gatau mau ngapain. — Lah terus ngapain gue ksini? — jadi gue ksini karna janjian sm seseorang, dalam rangka mengantar pesanan cupcakes. Ya, gue emang sedang belajar berwirausaha. Dari mulai cupcakes, parfume, baju, tas, sampe perawatan tubuh pun gue jual. Jadi, kalo ada yang mau beli, hubungi gue aja ya!! *promosi*

Lucu kan? Makanya ayo order :p
Lucu kan? Makanya ayo order :p
Lucu kan? Makanya ayo order :p
Lucu kan? Makanya ayo order :p

Sorry sorry, gue emang suka susah fokus kalo lagi cerita -_- jadi, gue janjian sm salah satu pelanggan gue. Tadinya gue pikir, pergi sendirian akan menyenangkan. Ternyata…. Ngga se-fun yang gue kira. Serius. Sendirian, tanpa tujuan, dan sedang tidak nafsu makan, adalah kombinasi yang buruk gue rasa. Daritadi gue cuma melakukan hal-hal yang sangat tidak penting, seperti ngaca di toilet, liat-liat baju, liat-liat buku, muterin supermarket (padahal cuma beli permen sama minum) dan duduk ga jelas di depan eskalator. Ya… Gue gatau apa yang udah orang pikirin ketika liat gue. Mungkin gue terlihat seperti wanita mandiri, atau bahkan anak ilang -_-

Dan yak, sekarang akhirnya yang dinanti-nanti udah ngabarin gue! Ternyata dia udah sampe, dan ini brarti gue udah bisa pulang stelah nyamperin dia. Yay! Brarti perjalanan sepi sunyi sendiri ini bakal brenti, yay!!! Okedeh guys, nanti gue sambung lagi ya. Bye! Jangan kangen yaaaa *kiss

Posted with WordPress for BlackBerry.

Aside

Gurauan seorang hamba

Terkadang… Aku berpikir…
Betapa indahnya hidup ku, bersama dengan orang-orang di sekitar ku.
Betapa indahnya hidup ku, dengan segala hal yang telah Tuhan berikan tanpa ragu-ragu.
Betapa indahnya hidup ku, hingga tak dapat aku sebutkan satu persatu.

Namun…..
Sudah cukupkah rasa bersyukur ku?
Sudah diterima kah sgala amal dan ibadah ku?
Sudah pantaskah Ia memberikan smua ini kepada ku?

Ya Allah….
Maafkan aku yang kurang bersyukur kepada Mu.
Maafkan aku yang belum maksimal melaksanakan perintah Mu.
Maafkan aku yang tak jarang melakukan larangan Mu.

Oh Tuhan…
Tak terbayang oleh ku, bila harus hidup tanpa kasih dan sayang Mu.
Tak terbayang oleh ku, bila Engkau mengambil smua yang sekarang menemani ku.
Tak terbayang olehku, bila harus hidup tanpa orang tersayang di sekitarku.

Astaghfirullahaladzim…
Sungguh tak berarti diriku bila harus dibandingkan dengan Mu.
Engkau lah Tuhan satu-satunya yang patut disembah oleh mahluk seperti ku.
Aku mohon, jangan lah Engkau berhenti melimpahkan ridha dan nikmat Mu.
Karna tanpa itu, akan sia-sialah hidup hamba Mu.
Termasuk aku……

Aside

My first post :p

Hi, world! I’m a new bloggie and this’ my first post! Yay!!! *dancing*

Berhubung ini post pertama, perkenalan dulu aja kaliya. Walopun di About The Author udah ada sih, tp kayanya msh kurang afdhal ya :p okey kita mulai aja, this is it!

Dwica Rina Novianti. Remaja wanita yang akrab dipanggil Dika / Dissy ini lahir pada 11 November 1994. Ia memiliki segudang mimpi dan angan-angan yang tersimpan dalam benaknya. Mungkin banyak orang yang menganggap dia aneh, freak, gajelas, atau whatever. Tapi, wanita itu memiliki keyakinan yang kuat. Akan ada saatnya ia dapat menunjukkan kepada orang-orang yang mengucilkannya, bahwa ia mampu menjadi orang yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berhasil, dari yang mereka bayangkan, mereka pikirkan, atau mereka cemoohkan. Aamiin.

Sebagai anak manusia, sudah sewajarnya Dwica memiliki impian terbesar untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Ia tidak akan berenti berusaha, hingga salah satu mimpi terbesarnya terwujud, yaitu beribadah haji bersama kedua orang tuanya dengan uang dari hasil jeripayahnya sendiri. Impiannya yang lain adalah menjadi orang yang membanggakan dan juga berguna bagi orang-orang disekitarnya, terutama orang-orang yang paling ia sayang. Aamiin.

Banyak sekali mimpi dan cita-cita yang tidak mungkin dapat diungkapkan semuanya disini. Terlalu banyak boooook :p tetapi, Dwica amat sangat yakin. Dengan usaha maksimal yang selalu diiringi doa kepada Yang Maha Esa, tidak ada satu hal pun yang tidak dapat kita gapai. Impossible, means I’m Possible! Bantuan doa dan dukungan dari orang-orang yang tersayang, terutama orangtua, adalah motivator paling indah dalam hidup ini. Sesungguhnya, hidup kita tidak akan berubah, jika bukan kita sendiri yang merubahnya. Kita tidak akan mendapat kebahagiaan, jika bukan kita sendiri yang menciptakan agar kebahagiaan itu ada. Menjadi positive thinker adalah sebuah keharusan. Be optimist! Keep the spirit up! Good luck! God bless us! XO